ASDP Naikkan Tarif Penyeberangan

ASDP Naikkan Tarif Penyeberangan

ASDP Naikkan Tarif Penyeberangan di 20 Lintasan

ASDP Naikkan Tarif Penyeberangan di 20 Lintasan – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menaikkan tarif penyeberangan antarprovinsi di 20 lintasan penyeberangan mulai besok, Jumat. Hal ini mengacu keputusan Kementerian Perhubungan.

Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan IndoPoker 99 APK No 92 Tahun 2020 tentang Tarif Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan Kelas Ekonomi Lintas Antarprovinsi.

Selanjutnya, penumpang pejalan kaki Padangbai-Lembar naik 12,59 persen dari Rp46 ribu menjadi Rp57 ribu. Sementara, untuk kendaraan penumpang golongan IVA yang ingin menyeberang lintasan tersebut dikenakan tarif Rp1,02 juta atau naik dari sebelumnya Rp917 ribu.

Menurutnya, kenaikan tarif juga terjadi lantaran tak ada penyesuaian tarif dalam tiga tahun terakhir. Dengan demikian, Ira berharap kenaikan tarif ini bakal meningkatkan kualitas pelayanan pengguna jasa.

Ia menyebut rata-rata kenaikan tarif sebesar 10 persen. Beberapa contohnya, tarif penyeberangan Merak-Bakauheni naik 9,11 persen dari Rp15 ribu menjadi Rp19.500 untuk penumpang pejalan kaki dewasa. Kemudian, untuk penumpang golongan IVA naik dari RP374 ribu menjadi Rp419 ribu.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan pihaknya akan menaikkan tarif penyeberangan Pelabuhan Merak-Bakauheni secara bertahap. Kenaikan dilakukan karena sudah lima tahun belakangan ini tarif penyeberangan Merak-Bakauheni tak naik.

“Kalau dihitung secara ekonomi, mestinya naiknya tinggi sekali sampai 45 persen. Oleh karenanya kita akan naiknya secara bertahap,” kata Budi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.

Naiknya tinggi sekali sampai 45 persen

Menurutnya, kenaikan secara bertahap ini bisa dimulai dari 10 persen atau 15 persen terlebih dahulu. Selanjutnya kenaikan akan kembali dilakukan tahun depan. Namun, Budi tak merinci kenaikan tarif pada penyeberangan Selat Sunda tersebut.

Lalu, tarif untuk penumpang pejalan kaki dewasa Ketapang-Gilimanuk naik 12,72 persen dari Rp6.500 menjadi Rp8.500, sedangkan untuk kendaraan penumpang golongan IVA naik dari Rp159 ribu menjadi Rp182 ribu.

“Dalam dua tahun belakangan ini, kami terus melakukan peningkatan kapasitas dan modernisasi baik di kapal maupun pelabuhan demi terwujudnya pelayanan prima kepada pengguna jasa,” ungkap Ira dalam keterangan resmi, dikutip Kamis.

Sebelumnya, pemerintah berencana menaikkan tarif angkutan penyeberangan mulai 1 Desember 2019. Kenaikan ini berlaku pada 20 lintas penyeberangan, salah satunya lintas Merak-Bakauheni.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), kenaikan tarif pada lintas Merak-Bakauheni rata-rata mencapai 14,51 persen. Tarif tersebut terbagi dalam 13 golongan yang masing-masing memiliki perbedaan besaran kenaikan.

Kenaikan tertinggi di lintas Merak-Bakauheni terjadi pada golongan Dewasa. Pada golongan tersebut, tarif diusulkan naik 45,51 persen dari Rp10.975 menjadi Rp15.975 atau Rp5.000. Untuk golongan lain, besaran kenaikan beragam dari Rp1.000 hingga Rp213 ribu.

Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi mengungkapkan kenaikan tarif dipengaruhi tingginya permintaan pengguna jasa terhadap peningkatan kapasitas serta modernisasi sarana dan prasarana pelabuhan. Keputusan ini juga telah melalui proses panjang dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *