Buah-buahan Lokal yang Bersaing di Pasar Internasional

Buah-buahan Lokal yang Bersaing di Pasar Internasional

Buah-buahan Lokal yang Bersaing di Pasar Internasional

Buah-buahan Lokal yang Bersaing di Pasar Internasional, – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan kini kembali lagi menggalakkan Gelar Buah Nusantara (GBN) untuk kelima kalinya. Gerakan ini untuk meningkatkan buah lokal atau nusantara di dunia internasional.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan buah yang mengandung vitamin C banyak diminati pasar internasional. Dia mengatakan pemerintah akan mengusahakan lahan terkonsentrasi untuk menanam buah-bahan tertentu yang sekarang adalah andalan Indonesia.

“Ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Syahrul dalam konferensi pers daring, Senin.

1. Jenis buah andalan Indonesia

Syahrul menjagokan buah mangga, manggis, nanas,  pisang, salak, rambutan, dan buah naga untuk bersaing secara global.

Dia mengatakan nanas telah masuk pasar ekspor Amerika Serikat, Belanda, Spanyol, Jerman dan Jepang. Nilainya mencapai Rp1,5 triliun.

Begitu juga manggis yang diekspor ke Hongkong, Arab Saudi, China, Malaysia, Prancis senilai Rp1,09 triliun. Sementara nilai ekspor pisang mencapai Rp45 miliar lebih per tahun ini.

Untuk mangga ekspor utama ke Singapura, Amerika Serikat, China, Hongkong, Vietnam. “Salak juga seperti itu, di atas Rp9 miliar. Lalu rambutan, durian dan buah naga kita,” katanya.

2. Buah sumbang 23 persen nilai ekspor

Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto melaporkan berdasarkan data BPS Juni 2020, ekspor komoditas buah-buahan mencapai 23,21 persen dengan nilai mencapai US$430 juta.

Mangga, kacang-kacangan dan nanas menjadi komoditas yang berperan besar dalam nilai ekspor tersebut. Komoditas tersebut diekspor ke Vietnam, Malaysia, Tiongkok dan India.

“Beberapa waktu lalu ada permintaan dari Emirat Arab, mereka ingin impor dari kita, apa saja yang bisa diekspor ke sana,” kata Agus.

Selain itu, buah naga juga memiliki potensi besar dalam ekspor. Di mana pada kuartal pertama persentase ekspornya mencapai 234 persen, diikuti mangga sebesar 95,49 persen.

“Buah naga Indonesia bisa mengalahkan Vietnam karena buah naga bisa dipanen sepanjang tahun karena letak geografis Indonesia yang berada di garis khatulistiwa,” ujar Agus.

3. Produksi buah lokal alami tren kenaikan

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan produksi buah lokal mengalami tren kenaikan produksi rata-rata sebesar 10,12 persen dalam empat tahun terakhir.

Bahkan, di tengah kontraksi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020, sektor pertanian justru tumbuh mencapai 16,24 persen, tertinggi di antara sektor terbesar lainnya seperti industri, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.