Burung Nasional Filipina yang Terancam Punah

Burung Nasional Filipina yang Terancam Punah

Burung Nasional Filipina yang Terancam Punah

Burung Nasional Filipina yang Terancam Punah, – Di antara spesies elang yang ada, elang Filipina merupakan salah satu spesies yang patut dapat perhatian. Hewan satu ini termasuk spesies elang terbesar di dunia dengan rentang sayap mencapai dua meter!

Mengutip http://hoke-raeford.com, selain ukuran tubuhnya, warna bulunya yang indah juga membuat kehidupan mereka di alam liar begitu mengesankan. Sayangnya, mereka juga jadi spesies elang yang paling langka dan paling terancam punah!Lalu, apa yang membuat mereka terancam kepunahan? Simak deh tujuh fakta elang Filipina yang wajib kamu tahu berikut ini!

1. Salah satu elang terbesar di dunia

Burung bernama ilmiah Pithecophaga jefferyi ini termasuk salah satu elang terbesar di dunia. Mengutip Animal Diversity, rentang sayap mereka juga bisa mencapai lebar 2 meter. Panjang tubuh mereka berkisar antara 90-100 sentimeter dan berat rata-rata 6 kilogram.

Baik jantan maupun betina terlihat serupa dengan bulu berwarna kecokelatan dan memiliki bulu-bulu panjang di bagian kepala yang bila ditegakkan bisa menyerupai jambul.

2. Hewan endemik Filipina yang menjadi burung nasional

Sesuai namanya, elang Filipina cuma bisa ditemukan di kepulauan Filipina. Menurut Animalia, mereka tinggal di empat pulau utama Filipina, yaitu Luzon, Samar, Leyte, dan Mindanao.

Mereka mendiami wilayah hutan pegunungan yang terjal dan curam. Mereka dinyatakan sebagai burung nasional Filipina pada 1995 lalu. Melukai atau membunuh mereka bisa membuat seseorang dihukum 12 tahun penjara dan mendapat denda berat.

3. Burung predator yang setia pada pasangan

Elang Filipina merupakan burung monogami yang artinya mereka setia pada pasangannya hingga akhir hayat. Ketika pasangannya mati, mereka baru akan mencari penggantinya.

Mereka membuat sarang di kanopi hutan dengan ketinggian antara 27–50 meter di atas tanah. Sarang mereka juga terbilang besar layaknya sarang elang pada umumnya dengan lebar mencapai 2,7 meter dan dibuat dari ranting dan batang kayu.

4. Pemburu ahli yang memiliki penglihatan super

Menurut Animalia, burung pemangsa satu ini punya penglihatan delapan kali lebih tajam dari manusia. Selain bisa melihat lebih jelas, elang Filipina juga bisa melihat delapan kali lipat dari kejauhan yang bisa dilihat manusia. Ditambah dengan cakar dan paruh yang tajam juga kaki yang kuat, mereka menjadi burung predator yang ahli berburu.

5. Pemakan monyet yang juga memakan mangsa lainnya

Burung ini awalnya dikenal sebagai elang pemakan monyet, tapi dugaan itu tidak sepenuhnya benar. Beauty of Birds menjelaskan kalau mangsa mereka tidak hanya berupa monyet saja, tapi menyesuaikan dengan pulau tempat mereka tinggal. Tiap pulau yang didiami memiliki variasi spesies yang berbeda-beda. Jadi, mereka bisa memangsa lemur terbang, musang luwak, mamalia kecil, burung, ular, dan termasuk monyet.

6. Bisa hidup hingga usia 60 tahun

Sebagai predator puncak, elang Filipina tidak punya predator alami di tempatnya hidup kecuali ancaman manusia. Menurut Animal Diversity, mereka bisa hidup hingga usia 40–60 tahun. Seekor elang Filipina yang tinggal di kebun binatang Roma pun mati pada usia 41 tahun. Umumnya, spesies hewan dapat hidup lebih lama bila berada dalam penangkaran daripada di alam liar.

7. Predator puncak yang terancam kepunahan

Elang Filipina masuk dalam kategori terancam punah (critically endangered) dalam daftar merah Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN). Populasi mereka diduga tinggal 180–500 ekor elang Filipina dewasa dan angkanya terus mengalami penurunan.

Philippine Eagle Foundation menjelaskan kalau populasi mereka terancam oleh penggundulan hutan dan perburuan. Sebagai predator puncak, keberadaan mereka memiliki peran penting di ekosistem. Melindungi Elang Filipina juga berarti melindungi spesies-spesies penting lainnya yang hidup di ekosistem. Keberadaan mereka menjadi salah satu indikator hutan yang sehat.

Nah, bagaimana pendapatmu tentang elang satu ini? Akan sangat disayangkan bila dunia harus kehilangan spesies yang berharga ini. Semoga populasi mereka juga bisa pulih dan mengalami peningkatan. Yuk, tingkatkan kepedulian untuk terus melestarikan alam dan lingkungan sekitar!