Dari Garasi Jadi Terkaya di Galaksi ala Jeff Bezos

Dari Garasi Jadi Terkaya di Galaksi ala Jeff Bezos

Dari Garasi Jadi Terkaya di Galaksi ala Jeff Bezos

Dari Garasi Jadi Terkaya di Galaksi ala Jeff Bezos – Siapa tak kenal Jeff Bezos? Pria plontos asal Amerika Serikat (AS) ini merupakan orang terkaya sedunia dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Forbes terkini, Jeff Bezos memiliki harta sebesar US$ 190,6 miliar atau sekitar Rp 2.700 triliun (dalam kurs Rp 14.600/US$).

Mengutip dari https://bigleegs.com/  kekayaan terbesarnya didapatkan dari perusahaan dagang e-commerce yang besutnya sejak tahun 1994, Amazon. Jeff Bezos sekarang merupakan CEO dari perusahaan itu dengan total kepemilikan saham sebesar 11%.

Perusahaannya ini terus menanjak hingga sekarang, terlebih lagi pandemi Corona yang melanda dunia membuat banyak orang menjadi lebih nyaman belanja online. Bahkan, saat beberapa perusahaan mengalami penurunan dan beberapa lainnya terpaksa bangkrut, Amazon justru terus bertumbuh.

Melansir dari http://162.241.119.31/ yang mencengangkan lagi, pada pertengahan Oktober lalu, melalui Amazon, kekayaan Jeff Bezos sempat menyentuh US$ 200 miliar. Hal itu terjadi saat saham Amazon meroket karena hari program Hari Belanja Amazon pada 13 Oktober 2020.

Saat itu saham Amazon naik 4,75%, membuat kekayaan Bezos naik sekitar US$ 8,5 miliar menjadi US$ 201,6 miliar atau sekitar Rp 2.900 triliun.

Pencapaian ini tentu tidak secara instan tercapai oleh Jeff Bezos, bahkan dalam awal karirnya ia juga sempat meraih kegagalan. Usai lulus dari Princeton dengan jurusan ilmu komputer dan teknik listrik pada tahun 1986, ia langsung mencoba peruntungan membuka usaha.

Ia membentuk layanan berita dengan medium faks pada awal 1990-an. Usaha itu besutnya bersama Halsey Minor, yang kini mendirikan perusahaan media CNET. Tapi usaha pertamanya itu berujung kegagalan.

Move on dari kegagalannya, Jeff Bezos lalu mencoba bekerja menjadi analis keuangan pada perusahaan investasi pada bursa saham AS Wall Street. Ia menjadi analis keuangan pada perusahaan investasi dana lindung alias hedge fund bernama D.E Shaw and Co.

Karirnya cukup sukses, bahkan dalam kurun waktu empat tahun ia sudah menjadi wakil presiden senior, bahkan menjadi yang termuda pada jabatan tersebut.

Garasi Mobil

Meski karirnya kinclong menjadi analis keuangan, agaknya Jeff Bezos kurang suka dengan hiruk pikuk Wall Street, apalagi ia sangat terpesona dengan kemunculan internet saat itu.

Dari ketertarikannya itu, ia memutuskan untuk membuat sebuah platform jual beli melalui internet. Sejak saat itu lah Amazon lahir pada tahun 1994. Pada era awal berdirinya Amazon, Jeff Bezos membuat 20 kategori produk untuk terjual lewat internet.

Uniknya, Amazon yang kini menghasilkan miliaran dolar, pada awalnya cuma terbentuk pada  sebuah garasi mobil dengan satu kompor tabung dalamnya sebagai kantor.

Pada dalam garasi itu, Jeff Bezos, mantan istrinya MacKenzie Scott, dan dua orang programmer membesut Amazon. Mereka semua awalnya bertemu dan berdiskusi pada toko buku Barnes and Noble.

Pada awal peluncuran Amazon, modal yang kucurkan Jeff Bezos hanya sekitar US$ 10 ribu atau sekitar Rp 146 juta, angka yang sangat kecil dari pada keuntungannya sekarang. Ia pun sempat mendapatkan dukungan investasi yang diberikan dari tabungan keluarganya, khususnya dari kedua orang tuanya.

Saat itu, Amazon lebih terkenal sebagai platform untuk menjual buku secara online. Dalam bulan pertama setelah terluncurkan secara publik pada Juli 1995, Amazon berhasil menjual buku pada setiap negara bagian AS. Bahkan hingga ke 45 negara pada seluruh dunia.