Dihantam Corona AirAsia Rumahkan Pegawai

Dihantam Corona AirAsia Rumahkan Pegawai

Dihantam Corona AirAsia Rumahkan Pegawai – PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) merumahkan 873 karyawan total 1.645 karyawan karena wabah virus corona (covid-19). Bahkan, perusahaan juga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 9 karyawannya.

Sementara untuk penerbangan domestik, AirAsia Indonesia masih fokus untuk pemenuhan penerbangan non-berjadwal sejalan dengan larangan mudik. Selain itu, juga fokus pada bisnis kargo untuk menopang pemasukan operasional maskapai berbiaya rendah (Low Cost Carrier/LCC) itu.

Sebelumnya, Daftar Poker 77 Online Indonesia mengumumkan pemberhentian penerbangan akibat pandemi corona di berbagai negara tujuan. Pemberhentian dimulai pada 1 April 2020.

Selain itu, maskapai asal Malaysia itu juga melakukan pemotongan gaji sebesar 50 persen kepada 328 karyawan. “Ini berdampak untuk pemenuhan kewajiban pokok dan bunga utang,” tulis Manajemen AirAsia dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Kemarin.

Meski demikian, perseroan telah menyusun sejumlah strategi untuk menjaga kelangsungan usaha menahan dampak lebih besar pandemi covid-19.

PT AirAsia Indonesia Tbk berencana membuka layanan rute penerbangan internasional Surabaya-Kuala Lumpur dan Surabaya-Johor Baru pada 18 Mei 2020. Kedua rute sempat dihentikan sementara akibat pandemi virus corona atau covid-19.

Direktur Utama AirAsia Indonesia Veranita Yosephine Sinaga mengatakan perusahaan memilih kedua rute karena mempertimbangkan penanganan kasus virus corona di Malaysia yang mulai melandai.

Dihantam Corona AirAsia Rumahkan Pegawai

Direktur Utama AirAsia Indonesia Veranita Yosephine

Sebelumnya, pemerintah Negeri Jiran juga menerapkan penutupan akses wilayah (lockdown) untuk menekan potensi peningkatan jumlah kasus corona.

“Kami melihat Kuala Lumpur karena penanggulangan penyebaran wabah di sana progresnya sangat positif, jumlah kasus baru trennya menurun,” ucap Veranita, Senin. “Kargo bisnis ini banyak dibutuhkan karena penerbangan penumpang turun, bukan hanya AirAsia saja,” katanya.

Pertama, dengan melakukan tindakan mitigasi proaktif yakni dengan mengelola kapasitas penerbangan Maskapai AirAsia sejak awal Februari 2020. Selain itu, perseroan juga melakukan cash conservation mode yakni melakukan kontrol biaya yang ketat secara internal.

“Seperti pemberhentian sementara untuk memperkerjakan karyawan baru, tidak ada perpanjangan atas sewa pesawat yang akan kedaluwarsa, melakukan negosiasi terhadap lessor Pesawat untuk pengurangan biaya sewa,” jelas manajemen.

Kendati begitu, rencana ini akan tetap disesuaikan dengan perkembangan kebijakan ke depan, baik dari Indonesia maupun Malaysia. Sebab, Malaysia tengah melangsungkan kebijakan lockdown. Di sisi lain, Indonesia larangan terbang di tengah musim mudik lebaran.

Selain itu, pembukaan rute penerbangan nantinya akan tetap memperhatikan ketentuan protokol kesehatan nasional. “Ketika nanti diaktifkan lagi, kami mengacu pada anjuran pemerintah melalui Kemenkes dan Imigrasi,” ujarnya.

Manajemen perusahaan memprediksi pandemi tersebut membuat pendapatan maskapai merosot 25 persen sampai 50 persen. Imbasnya, laba bersih perseroan juga diperkirakan anjlok hingga 75 persen pada Maret-April 2020.

Kondisi itu bisa terjadi mengingat kontribusi pendapatan operasional yang mencapai 51-75 persen hilang sejak penerbangan di rute domestik dan internasional dihentikan sementara selama tiga bulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *