Ekonomi AS Angkat Harga Minyak

Ekonomi AS Angkat Harga Minyak

Rencana Perluasan Stimulus Ekonomi AS Angkat Harga Minyak

Rencana Perluasan Stimulus Ekonomi AS Angkat Harga Minyak – Harga minyak dunia menguat tipis pada perdagangan Selasa ditopang rencana perluasan stimulus ekonomi AS. Mengutip Antara, Rabu, minyak WTI untuk kontrak Juni naik 68 sen per barel atau 2,1 persen menjadi US$32,50 per barel.

Sedangkan kontrak Deposit IDNPoker Via Pulsa Juli diperdagangkan pada volume yang jauh lebih tinggi, ditutup naik 31 sen menjadi US$31,96 per barel. Sekadar mengingatkan, sebulan lalu acuan WTI untuk kontrak Juni menyentuh posisi minus US$37,63 per barel jelang berakhirnya kontrak.

Pasar sempat melemah pada awal sesi, saat Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell menghadapi pertanyaan tajam di sidang Senat.

Namun, pasar kembali optimis setelah Mnuchin mengatakan bersedia mempertimbangkan perpanjangan dan memodifikasi program pinjaman penggajian untuk usaha kecil.

Sebelumnya, harga minyak telah mengalami reli menyusul realisasi pemangkasan produksi oleh negara-negara produsen utama. Seperti diketahui, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari (bph) pada Mei dan Juni.

Di sisi lain, permintaan minyak perlahan bangkit karena pemerintah di sejumlah negara melonggarkan pembatasan wilayah termasuk negara-negara bagian di AS. Tak hanya itu, ia mengaku mendukung perluasan stimulus ekonomi AS. Pernyataan itu memberikan angin segar pada pasar minyak.

Pasar sempat melemah pada awal sesi

Sentimen positif juga datang dari proyeksi penurunan stok minyak mentah AS menurut data mingguan resmi yang akan dirilis pada Rabu waktu setempat. Kelompok industri American Petroleum Institute (API) melaporkan penurunan 4,8 juta barel minyak dan persediaan bensin.

“Ini adalah skenario terbaik yang mungkin menjauh dari harga negatif,” kata Direktur Energy Futures Mizuho di New York, Bob Yawger seperti dikutip dari Antara, Ra. Sementara itu, acuan global minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli ditutup turun 16 sen atau 0,5 persen ke posisi US$34,65 per barel.

Untuk minyak berjangka jenis Brent dan WTI, kenaikan tersebut merupakan yang tertinggi sejak 11 Maret. Sebagai informasi, Amerika Serikat mulai menguji coba vaksin COVID-19. Uji coba dilakukan oleh Moderna Inc.

Data awal uji coba menunjukkan bahwa vaksin yang diuji coba pada sekelompok relawan tersebut berhasil menghasilkan antibodi pelindung. Hasil uji coba tersebut membangkitkan optimisme pasar bahwa penyebaran virus corona akan bisa diatasi.

Harga minyak dunia melonjak ke level bigleegs.com tertinggi dalam lebih dari dua bulan pada akhir perdagangan Senin waktu AS atau Selasa pagi WIB. Penguatan dipicu hasil uji awal vaksin virus corona yang positif.

Dikutip dari Antara pada Selasa, untuk minyak berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman Juli, harga naik 2,31 dolar AS atau 7,1 persen ke US$34,81 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni terangkat 2,39 dolar AS atau 8,1 persen ke US$31,82 per barel.

Di saat yang sama, optimisme pasar juga muncul terkait dimulainya kembali kegiatan ekonomi di sejumlah negara walau virus corona belum berakhir. Kebijakan tersebut mendorong keyakinan pasar bahwa ke depan harga minyak akan naik kembali seiring dengan kenaikan permintaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *