Erick Thohir Minta BUMN Kreatif

Erick Thohir Minta BUMN Kreatif

Erick Thohir Minta BUMN Kreatif Cari Duit

Erick Thohir Minta BUMN Kreatif Cari Duit – Menteri BUMN Erick Thohir mendorong perusahaan pelat merah untuk kreatif dalam mencari pendanaan. Dalam hal ini, sumber pendanaan tidak hanya mengandalkan perbankan tetapi bisa melalui penerbitan obligasi global atau berdenominasi dolar AS.

Sehari sebelumnya, PT Hutama Karya (Persero) juga menerbitkan obligasi global sebesar sebesar US$600 juta dengan kupon yang ditawarkan sebesar 3,75 persen.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta kepada pihak swasta untuk tidak ‘menggerogoti’ perseroan BUMN. Permintaan ia sampaikan karena ia menemukan ada pihak swasta kerap ‘menaruh orang’ di perusahaan BUMN.

Dalam penawarannya, HK mencatat kelebihan permintaan hingga 6 kali dari nilai yang diterbitkan. Adapun investor yang melakukan pembelian obligasi global berasal dari Asia (42 persen), Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (30 persen), dan Amerika Serikat (28 persen).

Terlebih, minat investor asing masih tinggi untuk berinvestasi di Indonesia. Hal itu salah satunya dibuktikan oleh kesuksesan penerbitan obligasi global PT Bank Mandiri (Persero) pada Selasa kemarin.

Dalam proses penawarannya, obligasi bertenor lima tahun ini mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hampir 5 kali dengan total permintaan investor mencapai US$2,4 miliar.

“Itu enggak apa-apa, tapi asal transparan dan terbuka, jangan sampai taruh orang di dalam tapi menggerogoti. Kalau ada apa-apa, rakyat bisa kehilangan Rp476 triliun setahun. Apa itu yang diinginkan? kan tidak,” jelasnya.

Erick tidak menjelaskan lebih jelas maksud dari kata

Sayangnya, Erick tidak menjelaskan lebih jelas maksud dari kata ‘menggerogoti’ dan perhitungan kerugian yang disebutkannya itu. Ia juga tak menyebut siapa swasta yang menggerogoti BUMN tersebut.

Hanya saja, ia menegaskan untuk tak segan mencopot direksi BUMN apabila terbukti ‘menggerogoti’ BUMN. “Jangan dibalik business as usual BUMN digerogoti dan bangkrut. Direksi yang mau menggerogoti BUMN saya copot,” tegasnya.

Lebih lanjut, Erick menyebut pihaknya tak akan menutup kerja sama dengan swasta. Ia meminta pihak swasta untuk melakukan kerja sama dengan BUMN secara baik dan benar untuk memajukan negara.

Kendati demikian, Erick mengaku tidak mempermasalahkan siasat tersebut, selama pihak swasta dapat menjamin transparansi dan kerja sama yang baik dengan BUMN bigleegs.com

Ia mengimbau pihak swasta tidak menyalahgunakan siasat tersebut dengan cara ‘menggerogoti’ BUMN. Pasalnya, masyarakat bisa rugi Rp476 jika swasta melakukan hal tersebut kepada BUMN.

Kupon yang ditawarkan oleh perseroan sebesar 4,75 persen atau lebih tinggi dari obligasi global yang ditawarkan pemerintah awal April 2020 lalu, 3,9 persen.

Investor yang membeli obligasi global itu sebagian besar dari Asia dengan porsi 66 persen. Lalu, 34 persen sisanya berasal dari Eropa, Timur Tengah, Afrika dan Amerika Serikat.

Dalam penerbitan obligasi tersebut, bank berlogo pita emas itu menyerap US$500 juta atau sekitar Rp7,5 triliun asumsi kurs Rp15 ribu per dolar AS.

“Di tengah kondisi pasar global yang tidak pasti, banyaknya minat investor terhadap global bond yang diterbitkan BUMN ini menjadi bukti bahwa Indonesia menjadi salah satu tujuan investasi menarik di dunia,” kata Erick dalam keterangan resmi, dikutip Rabu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *