Jepang Tampung Limbah Pabrik Kelapa Sawit RI hingga 15 Tahun ke Depan

Jepang Tampung Limbah Pabrik Kelapa Sawit RI hingga 15 Tahun ke Depan

Jepang Tampung Limbah Pabrik Kelapa Sawit RI hingga 15 Tahun ke Depan

Jepang Tampung Limbah Pabrik Kelapa Sawit RI hingga 15 Tahun ke Depan – Perusahaan Jepang tertarik untuk membeli limbah kelapa sawit dari pabrik Indonesia. Limbah itu akan gunakan sebagai bahan baku pembangkit listrik tenaga biomassa.
Limbah yang maksud merupakan cangkang kelapa sawit (palm kernel shell). eREX Singapore Pte Ltd anak usaha dari eREX Co. Ltd telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) melalui anak perusahaannya PT Dharma Sumber Energi untuk memasok cangkang kelapa sawit ke Jepang selama 15 tahun ke depan.

Mengutip dari https://christian-mommies.com/ eREX Co. Ltd, merupakan sebuah perusahaan publik pada Jepang yang berpengalaman dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga biomassa.

Jepang Akan Menggunakan Limbah  Sebagai Bahan Baku Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa.

Direktur Utama DSNG Andrianto Oetomo, mengatakan dalam kerja sama tersebut, beberapa pabrik kelapa sawit perseroan yang berlokasi pada Muara Wahau, Kalimantan Timur, akan memasok cangkang kelapa sawit untuk diekspor ke Jepang dengan volume mencapai 70.000 ton per tahun.

“Selama ini cangkang kelapa sawit dari hasil pengolahan Tandan Buah Segar menjadi CPO gunakan sebagai bahan bakar boiler. Namun, kontrak jangka panjang dengan eREX ini membuka peluang kami untuk mengekspor cangkang ke Jepang.¬† Sebagai bahan baku biomassa bagi pembangkit listrik berbasis biomassa milik eREX tersebut,” katanya dalam keterangan tertulis oleh https://bigleegs.com/

Menurut Andrianto, kerja sama dengan eREX tersebut merupakan langkah strategis bagi perseroan dalam menerapkan kebijakan. Keberlanjutan yakni dengan memanfaatkan limbah yang hasilkan dari proses produksi CPO menjadi produk yang bernilai ekonomis. Dan sesuai dengan prinsip-prinsip Environment, Social and Governance (ESG).

Sebelumnya pada September 2020 lalu, Perseroan melakukan commissioning atas Instalasi Bio-CNG yang pertama. Yang mengolah limbah cair pabrik kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent). Menjadi energi terbarukan dalam bentuk listrik dengan kapasitas 1,2 megawatt. Serta Bio-CNG dalam tabung dengan kapasitas sebesar 280 m3 per jam.

“Kami bertekad untuk mengintegrasikan ESG dalam segala aspek usaha sebagai cara kami berbisnis. Semua proses produksi baik pada segmen usaha kelapa sawit maupun produk kayu harus mengimplementasikan. Kerangka keberlanjutan sehingga produk kami hasilkan melalui praktik bisnis yang baik serta bersertifikasi. Berdasarkan standar internasional. Tak hanya itu, limbah yang kami hasilkan dari proses produksi pun harus berdayagunakan agar dapat memberikan manfaat ekonomis maupun manfaat terhadap lingkungan,” ujarnya.