Kebijakan BI, Rupiah Melemah

Kebijakan BI, Rupiah Melemah

Kebijakan – Nilai tukar rupiah barada pada level Rp15.704 per dolar AS pad selasa(14/04). Posisi tersebut menunjukkan kelemahan 0,47 persen dari senin(13/04) kemarin.

Pada pagi ini, rupiah terpuruk di saat mata uang kawasan Asia lainnya terpantau menguat terhadap dolar AS. Tercatat yen Jepang menguat 0,14 persen, dolar Singapura menguat 0,07 persen, dolar Taiwan menguat 0,09 persen, won Korea Selatan menguat 0,07 persen, dan peso Filipina menguat 0,09 persen.

Baca juga : Pekerja Pabrik Sepatu Mulai Kena PHK Massal

Lebih lanjut, rupee India menguat 0,02 persen, yuan China menguat 0,12 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,05 persen. Mata uang Garuda melemah bersama baht Thailand sebesar 0,06 persen. Sedangkan dolar Hong Kong stagnan terhadap dolar AS.

Meski dibuka lesu, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka menilai rupiah akan menguat pada hari ini. Pengutan tersebut diproyeksi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia(BI) yang diumumkan usai Rapat Dewan Gubernur(RDG) hari ini.

Sebelumnya bank sentral berniat untuk menurunkan tingkat suku bunga dengan acuan(7 Days Reverse Repo Rate/7DRR) sebesar 25 poin menjadi 4,5 persen pada Maret 2020.

“Hari ini BI kemungkinan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 bps,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Selain itu, pasar juga menanti pengumuman neraca perdagangan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu (15/4). Ia meramalkan neraca dagang kembali surplus pada Maret ini.

Pada Februari lalu, neraca perdagangan Indonesia tercatat surplus US$2,34 miliar secara bulanan. Nilai ekspor mencapai US$13,94 miliar atau tumbuh 2,24 persen dari US$13,41 miliar pada Januari 2020.

Sementara nilai impor hanya mencapai US$11,6 miliar atau anjlok 18,69 persen dari US$14,28 miliar pada bulan sebelumnya. “Rupiah kemungkinan masih akan menguat di level Rp15.500-Rp15.630 per dolar AS hari ini,” ujarnya.

Sumber : cnnindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *