Legenda Hantu Teke-teke Jepang

Legenda Hantu Teke-teke Jepang

Legenda Hantu Teke-teke Jepang

Legenda Hantu Teke-teke Jepang – Teke Teke adalah legenda urban Jepang mengenai wanita muda yang jatuh di atas rel dan tubuhnya terpotong jadi dua karena ditabrak kereta api yang melintas. Setelah menjadi hantu penasaran, ia membawa sebilah sabit atau gergaji dan berjalan dengan memakai tangan atau sikunya, dan gerakan tubuhnya saat diseret berbunyi “teke teke”.

Jika Teke Teke menjumpai seseorang di malam hari dan orang itu tidak cukup cepat untuk berhasil kabur, maka Teke Teke akan memotongnya menjadi dua bagian seperti keadaan tubuh Teke Teke itu sendiri.

Jadi gini, menurut legenda Jepang, munculnya teke-teke berawal dari kisah bullying yang dialami seorang siswi bernama Kashima Reiko. Semasa sekolah, Reiko dikenal sebagai siswi pemalu dan penakut. Dua karakteristik itulah yang membuat Reiko jadi sasaran empuk bullying teman-temannya. Daftar Joker123

Suatu hari, Reiko menunggu kedatangan kereta api di stasiun shinkansen (jalur untuk kereta api super cepat di Jepang). Nah, pas lagi nunggu di peron itulah, Reiko lagi-lagi jadi korban bullying. Saat itu, temannya yang super jahil meletakkan jangkrik di bahu Reiko. Si teman gak pernah menyangka bahwa kejahilannya berakibat fatal.

Saking kagetnya dengan jangkrik yang tiba-tiba bertengger di bahunya, Reiko terjatuh ke rel dan wuzzz, hanya dalam hitungan detik, kereta super cepat yang melintas menggilas tubuhnya.

Reiko tewas dan yang lebih ngerinya lagi, tubuhnya terpotong jadi dua, dari kepala sampai pinggang dan dari pinggang sampai kaki. Dendam terhadap kelakuan temannya, hantu Reiko bergentayangan. Ia muncul sebagai teke-teke.

Dengan tubuh yang telah terpotong menjadi dua bagian, sosok teke-teke berjalan dengan menyeret tubuhnya. Yup, dia berjalan bukan dengan kaki, melainkan dengan tangan.

Dan, bener, saat dia melintas, anda bisa melihat dengan jelas tubuhnya yang terpotong. Seakan itu belum cukup menyeramkan, teke-teke juga memegang sabit di salah satu tangan.

Sabit tersebut dia gunakan untuk memotong tubuh orang yang nggak bisa menjawab pertanyaannya. Saat bergentayangan di malam hari dan melihat “calon korban”, teke-teke akan bertanya, “Di mana kakiku?”

Supaya selamat dari sabetan sabit, orang harus menjawab pertanyaan tersebut dengan, “Di jalur meishin”. Itu adalah jalur kereta tempat Reiko terbunuh dan tubuhnya terbelah dua.

Tuh, fatal banget, kan, akibat dari bullying. Bisa bikin orang meninggal sampai jadi arwah gentayangan. Mungkin, saat itu, teman yang menjahili Reiko berpikir bahwa perbuatannya adalah hal sepele.

Tapi, siapa sangka perbuatan yang dia pikir sepele itu mengakibatkan hal yang sama sekali tak sepele? Jadi, jangan pernah bully teman-teman di sekitarmu, ya. Jangan sekalipun dan dalam bentuk apa pun.

Lantas, apakah benar bahwa hantu teke-teke ini pernah membunuh orang? Menurut cerita yang beredar, ada dua orang yang menjadi korban, yakni seorang siswa dan seorang masinis.

Si siswa terbunuh pada malam hari ketika ia pulang ke rumah dan melintasi gedung tua. Di atas gedung tua itu, sosok teke-teke bertengger. Melihat ada “korban potensial”, ia pun turun menghampiri si siswa dan mengayunkan sabit padanya.

Sementara itu, si masinis terbunuh saat musim salju ketika kereta yang dikendarainya menabrak sesuatu. Ternyata, sesuatu tersebut adalah hantu teke-teke yang berada di tengah-tengah rel.

Teman si masinis memutuskan untuk mencari pertolongan pada polisi, sedangkan si masinis masih berada di tempat untuk menjaga kereta. Nahas, ketika temannya kembali, si masinis ditemukan meregang nyawa di tiang listrik dengan teke-teke memeluk tubuhnya.

Dih, serem banget, ya, si hantu wanita bernama teke-teke ini. Awalnya cuma siswi biasa, eh, tahu-tahu menjelma jadi hantu mematikan!