Lulusan Polbangtan Malang Manfaatkan Peluang Usaha Maggot

Lulusan Polbangtan Malang Manfaatkan Peluang Usaha Maggot

Lulusan Polbangtan Malang Manfaatkan Peluang Usaha Maggot – Dalam beberapa bulan terakhir, nama maggot mendadak populer di Indonesia karena memiliki banyak keunggulan. Namun juga antaranya mengandung protein tinggi dan berkualitas yang akan membutuhkan oleh ikan, proses budidaya yang mudah melakukan oleh siapa saja dengan biaya produksi yang murah, dan terjangkau karena media utamanya adalah sampah organik. Dengan mengolah menjadi maggot, sampah akan menghilang dan menjadi makanan untuk ikan. Bermula saat menyelesaikan tugas akhir, Gugus memilih fokus mengkaji keunggulan maggot bsf sebagai pakan ternak.

Image result for Lulusan Polbangtan Malang Memanfaatkan Peluang Usaha Maggot

Awal mula berwirausaha budidaya maggot bsf

Awal memulai usaha terdapat banyak kendala terutama pada bahan pakan dan tempat budidaya yang kurang memungkinkan karena terletak di kampung yang padat. Produksi maggot pun sempat naik turun selama beberapa bulan. Lalu saya berkunjung ke tempat rekan saya Kresna Aji Caraka Efendi dan Fandika Bramantyo Widodo yang juga memelihara maggot bsf, di sanalah kami berdiskusi dan memutuskan untuk bekerja sama budidaya maggot bsf,” jelas Gugus. Alhamdulillah kami mendapatkan bantuan modal dari program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) dan mulai merintis usaha Greedy Maggot Farm.

Harga maggot yang akan jual

Untuk harga dry maggot kami menjual dalam kisaran harga Rp7000 per 50 gram dan Rp13.000 per 100 gram. Dry powder maggot Rp8.000 per 50 gram dan Rp16.000 per 100 gram, telur Rp6.000 per gram. Sedangkan fresh maggot Rp6000 per kg, per Rp60.000 per kg, dan pupa Rp100.000 per kg nya,” jelas Gugus.

Kegigihan Gugus dan kedua rekannya memanfaatkan peluang merupakan bukti dari keberhasilan pendidikan vokasi pertanian

Melansir dari http://dailyforum.net/  menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan ada empat jurus jitu yang harus ditekankan dalam pendidikan vokasi, yakni karakter seorang petarung yang tidak mudah menyerah dan memiliki jiwa yang tangguh. Kedua, pendidikan vokasi harus menciptakan generasi millennial yang memiliki kompetensi dan mampu bekerja sama dengan orang lain. Ketiga, memiliki sifat kritis baik padanya.  Dengan lingkungan dan semua masalah yang dihadapi namun tetap sejalan dengan jiwa kebangsaan dan keempat adalah berpikir kreatif.  Untuk berinovasi dengan meningkatkan literasi tentang sektor pertanian, manajemen keuangan, orientasi pasar, dan sarana prasarana melalui dunia digital.