Modal Tipis, Wanita Ini ‘Sulap’ Pare Jadi Keripik hingga Sambal

Modal Tipis, Wanita Ini 'Sulap' Pare Jadi Keripik hingga Sambal

Modal Tipis, Wanita Ini ‘Sulap’ Pare Jadi Keripik hingga Sambal

Modal Tipis, Wanita Ini ‘Sulap’ Pare Jadi Keripik hingga Sambal – Pada Tangan Lasmiati, pare yang pahit berhasil menjadi makanan yang enak, mulai dari keripik sampai sambal pare. Usaha ini ia mulai beberapa tahun lalu saat ia baru pulang dari Timur Tengah.
Saat itu ia menceritakan jika keadaan ekonominya sangat sulit. Namun ia masih harus menghidupi diri dan anak-anaknya.

Mengutip dari http://162.241.119.31/ Saat itu ia menjual makanan ringan pasar dan lalu titipkan pada warung-warung. Hingga akhirnya ia mencoba membuat cemilan sendiri mulai dari wortel, jamur, pepaya, hingga pare.

“Pare yang paling srek pada hati saya. Merasa cocok dengan pare dan Depok juga masih jarang produk ini. Tapi bahan bakunya banyak pasar, akhirnya saya putuskan menekuni olahan pare ini. Saya cari pengolahan yang benar baik dari pelajaran pada internet hingga pelatihan-pelatihan,” kata Mia kepada https://bigleegs.com/¬† akhir pekan lalu.

Menurut Mia, pare adalah bahan makanan yang banyak manfaat namun banyak tidak sukai orang karena pahit. Namun tangan Mia pare tidak melulu tumis atau menjadi siomai, juga bisa jadikan keripik, jus hingga, sambal pare.

Modal usaha yang rogoh Mia untuk membuka usaha keripik pare ini sebesar Rp 200 ribu untuk membeli bahan baku pare 5 kilogram (kg) dan bahan pelengkap lainnya. Ia menyebut saat produksi pertama keripik langsung habis terjual.

Pare Disulap Jadi Sambal hingga Keripik

Namun Mia menyebut omzet yang kantongi kedai Nyot-Nyot saat ini sudah mencukupi biaya hidupnya sekeluarga. Ia enggan menyebutkan berapa omzet yang bisa kantonginya tiap bulan. Makanan berbahan dasar pare ini juga sudah dijual ke luar daerah seperti Kalimantan, Batam, Jambi, NTB, Bali, Cirebon, dan Cilacap.

Untuk memastikan jika sambal pare dan keripik ini berkualitas baik, Mia selalu memilih bahan baku yang baik dan segar. lalu  penanganan bahan dan pengolahan yang benar, memperhatikan kebersihan, hingga produksi yang benar.

Mia menyebut untuk produk olahan pare banderol mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 30.000. Harga tergantung varian misalnya sambal sampai keripik.

Mia mengatakan saat awal menjalankan usaha pare ini, banyak orang yang memberikan tanggapan aneh karena bahan baku utamanya.

“Banyak yang aneh, kok pare buat keripik. Apa nggak pahit? banyak yang komentar dan tidak mau coba karena takut pahit. Nah dengan ini saya mengedukasi dan menjelaskan tentang si pare ini,” jelas ia.