Normal Baru, Perusahaan Harus Didorong ke Kondisi New Normal

Normal Baru, Perusahaan Harus Didorong ke Kondisi New Normal

Perusahaan Harus Didorong ke Kondisi New Normal

Perusahaan Harus Didorong ke Kondisi New Normal – Kurva Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjadi perhatian pemerintah. Dalam kondisi ini perusahaan diminta untuk tetap bisa prouktif dengan memaksimalkan keadaan demi menekan angka PHK akibat pandemi COVID-19.

Baca juga : 47 Persen UMKM Bangkrut Akibat Pandemi Corona

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perusahaan harus didorong pada kondisi New Normal. Apalagi saat ini sejumlah produk esensial masih bisa berjalan. Lalu defisit perdagangan menipis karena delta ekspor-impor berkurang.

“Sektor manufaktur secara year to year masih positif meski ada penurunan sampai 50 persen,” kata Airlangga dalam video konferensi bersama Kumparan, Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Baca juga : 2 Bulan Dilanda Corona, Begini Realisasi APBN RI hingga April

Airlangga melanjutkan bisnis di sektor alat kesehatan juga menunjukkan kondisi positif. Selain mereka masih beroperasi, produksi alat pelindung diri (APD) buatan Indonesia juga berpotensi untuk diekspor. Apalagi produk APD sedang diburu berbagai negara.

Selain itu, sektor pertambangan juga masih bisa beroperasi. Sebab sektor ini biasa dikerjakan di lokasi yang jauh dari pemukiman. Termasuk sektor download live22 pertanian yang juga dalam kegiatannya memang bekerja dengan jarak antar satu sama lainnya.

“Sektor pertambangan di luar pemukiman bisa didorong, oil and gas juga,” kata dia.

Karyawan PHK

Sementara itu, bagi karyawan yagn terlanjur di PHK, Mantan Ketua DPR ini menyarankan untuk ikut dalam program Kartu Prakerja. PHK bisa mengikuti pelatihan yang sudah disediakan oleh pemerintah. Sehingga selama masa pandemi ini berlangsung mereka dapat mengasah kemampuan sesuai bakat dan minatnya.

Baca juga : Bisnis Logistik Diprediksi Semakin Lancar Pasca Pandemi Corona

Pada program ini juga, peserta akan mendapatkan insentif tambahan selama 4 bulan sebesar Rp 600 ribu tiap bulannya. Lewat program pembiayaan ini diharapkan para peserta bisa menjadi wirausahawan baru ditengah pandemi ini.

“Lewat program ini pemerintah mendorong agar peserta pelatihan menjadi wiraswasta,” kata Airlangga.

Sumber : liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *