Pengakuan Mengejutkan Pegawai Starbucks Pengintip Payudara

Pengakuan Mengejutkan Pegawai Starbucks Pengintip Payudara

Pengakuan Mengejutkan Pegawai Starbucks Pengintip Payudara

Akhir Keisengan Barista Starbucks Akibat Intip Payudara Pelanggan

Pengakuan Mengejutkan Pegawai Starbucks Pengintip Payudara – Dua orang eks pegawai Starbucks membuat pengakuan mengejutkan terkait aksi intip payudara pelanggan di CCTV. Salah satunya, KH mengaku menyimpan rasa suka kepada korban.

Dua orang eks pegawai Starbucks yakni DD dan KH diamankan polisi pada Kamis malam. DD diamankan di Cipinang, Jakarta Timur, sedangkan KH diamankan di Sunter, Jakarta Utara.

Dalam pemeriksaan polisi di Polres Metro Jakarta Utara, KH mengaku kenal dengan korban. Ia mengakui mengintip korban lantaran menaruh perasaan suka kepada korban.

“Memang keduanya (pelaku) juga mengenal korban ini, dia kenal, kemudian dia zoom (kamera CCTV). Bahkan salah seorang dari kedua ini memang senang kepada korban tersebut,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan.

Kepada polisi, KH mengaku tidak sengaja men-zoom-in ke arah dada korban. KH mengaku saat itu mengakses Daftar Sbobet88 CCTV hanya untuk melihat VA.

“Jadi pengakuannya dia tidak sengaja ke-zoom ke arah situ. Karena awalnya, dia hanya ingin mencari VA itu,” kata Kasat Reskrim Polres Jakut Kompol Wirdhanto Hadicaksono.

Sebelumnya di beritakan di media sosial viral video yang menunjukkan pegawai kafe Starbucks mengintip payudara pelanggan wanita lewat CCTV. Pihak Starbucks Indonesia mengaku telah melakukan investigasi dan memecat karyawan terkait.

“Perilaku tersebut tidak dapat kami toleransi dan individu yang bersangkutan sudah tidak bekerja lagi bersama PT Sari Coffee Indonesia,” kata Senior General Manager Corporate PR and Communications PT Sari Coffee Indonesia, Andrea Siahaan.

Apakah pria yang suka mengintip artinya ia memiliki kelainan seksual?

Psikolog klinis Kasandra Putranto dari Kasandra & Associate mengatakan perlu pemeriksaan lebih jauh untuk memastikan apakah seseorang pria mengintip karena kelainan seksual, seperti voyeurism. Bisa jadi ada faktor lainnya yang berperan sehingga muncul dorongan untuk mengintip.

Terkait kemungkinan adanya kecenderungan voyeurisme, psikolog forensik Reza Indragiri Amriel menyinggung batasannya. Perilaku mengintip disebut voyeurisme jika dilakukan bukan pada takaran biasa.

Sebagai contoh, ketika seseorang hanya bisa terangsang jika mengintip orang lain, maka itu baru bisa disebut voyeurisme. Harus dibedakan antara mengintip sebagai filia (philia) dan mengintip sebagai hasil kalkulasi terhadap kesempatan serta risiko.

“Akan menjadi kemesuman tergantung pada sikap korban. Kalau korban tidak berkenan, maka perilaku mengintip sudah bisa dianggap sebagai serangan seksual. Umum menyebutnya ‘perbuatan mesum’,” jelas Reza.