Pentingnya Peran Wanita dalam Atasi Krisis Ekonomi Akibat Pandemi Corona

Pentingnya Peran Wanita dalam Atasi Krisis Ekonomi Akibat Pandemi Corona

Krisis Ekonomi Akibat Pandemi Corona

Peran Wanita dalam Atasi Krisis Ekonomi – Pandemi virus corona telah merusak tatanan ekonomi di berbagai negara didunia, misalnya para wanita kini berahli sebagai tulang punggung keluarga. Namun, kebijakan publik maupun praktik usaha di sektor swasta belum dirancang untuk mendukung peran ganda wanita.

Baca juga : INKA Ekspor Kereta di Tengah Pandemi Corona

Pembuat film sekaligus artis dokumenter Amerika Serikat Jennifer Siebel Newsom dan Heather McCulloch yang merupakan pendiri Closing the Women’s Wealth Gap berpendapat bahwa salah satu upaya mengatasi krisis ekonomi akibat pandemi ini dengan meningkatkan peran kaum wanita dalam pengambilan keputusan ekonomi. Sebab, mereka terbiasa mengatur kesuksesan finansial keluarga, masyarakat maupun negara.

Di Amerika Serikat (AS), kaum wanita menyumbang triliunan dolar untuk ekonomi bangsa. Bahkan, mereka mempunyai modal bisnis lebih tinggi dari pada pria serta sebagai tulang punggung keluarga.

Terlepas dari peran penting wanita sebagai kunci kesuksesan ekonomi keluarga, mereka juga penggerak utama kemakmuran bangsa. Kendati, kebijakan ekonomi AS dirancang tidak ramah bagi wanita.

Contohnya ketika AS mengalami krisis ekonomi berat, negara ini menjadi satu-satunya di antara negara industri maju yang tidak memberikan cuti sakit atau insentif bagi pekerja. Pada saat yang sama, para pekerja wanita terkonsentrasi pada industri berupa rendah, sebagaimana dibuktikan oleh kesenjangan pendapatan dibalik kemewahan wajah Amerika.

Bahkan, sejak awal pandemi melanda negara kaya tersebut kebijakan publik bagi kaum wanita semakin tidak ramah. Hal ini dikarenakan mayoritas mereka terfokus pada sektor usaha yang rentan terpapar virus berbahaya asal kota Wuhan.

Mengutip CNN.com, pekerja wanita yang paling berisiko terinfeksi virus covid-19 seperti perawat yang mencapai 88 persen, kasir toko pangan sebesar 66 persen, dan karyawan restoran sebesar 70 persen. Untuk itu, mereka harus memilih antara kesehatan dan keamanan ekonomi keluarga.

Perbaiki Sistem Ekonomi Negara

Berruntung, Kongres bertindak cepat untuk memperbaiki sistem ekonomi negara baik di sektor pemertintahan ataupun swasta pekerja umum dan swasta melalui kemudahan cuti bagi pekerjaan. Terlebih para pelaku usaha juga diwajibkan melindungi tenaga kerja melalui perluasan program asuransi maupun pemberian dana kompensasi bagi pekerja yang terkena PHK.

California menjadi negara bagian pertama yang mengadopsi sistem ekonomi ramah wanita. Tak ayal seluruh negara bagian di AS harus mengikuti langkah California untuk meningkatkan perempuan di berbagai aktivitas ekonomi penting.

Lebih jauh, sektor perpajakan ikut mengalami penyesuaian untuk memangkas jarak kesenjangan pendapatan gender, seperti beberapa bank telah memprioritaskan alokasi dana umum kepada perusahaan yang dapat memberdayakan usaha kecil lainnya. Kendati netral terhadap jenis kelamin, pendekatan ini memperkuat peran wanita dalam kegiatan ekonomi, karena 16 persen penerima program tersebut usaha milik wanita.

Dengan terus membangun pemulihan ekonomi. Kita juga harus memanfaatkan kesempatan untuk menciptakan tempat kerja yang lebih adil dan inklusif termasuk kaum wanita. Misalnya, perusahaan yang menerima dana umum harus berkomitmen untuk memberikan upah yang sama bagi pekerja. Mencegah timbulnya diskriminasi gender sekaligus mencerminkan praktik terbaik industri.

Perubahan ini mungkin sulit, tetapi penting untuk menciptakan pemulihan ekonomi yang bertahan lama. Sekarang adalah waktu terbaik untuk mendorong wanita meningkatkan peran di aktivitas ekonomi penting. Kita melakukannya, kita semua akan mendapat manfaatnya.

Sumber : merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *