Perlambatan Ekonomi Paling Terasa di Pulau Jawa

Perlambatan Ekonomi Paling Terasa di Pulau Jawa

Perlambatan Ekonomi Paling Terasa di Pulau Jawa

Perlambatan Ekonomi Paling Terasa di Pulau Jawa – ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2020 tumbuh sebesar 2,97% lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini terjadi karena perlambatan akibat pandemi (COVID-19) virus Corona.

kepala ekonom di PT Bank Mandiri Tbk Andry Asmoro yang terungkap di Jawa terjadi terutama perlambatan ekonomi.

Dia menyebut kuartal pertama 2020 ekonomi dari Pulau Jawa tercatat 3,42%. “Java kemerosotan ekonomi yang signifikan karena Java adalah yang paling terpengaruh,” kata Andry dalam diskusi, Jumat (2020/05/08).

Andry mengatakan bahwa hal ini terjadi karena pembatasan sosial pada skala besar (PSBB) terjadi pertama kalinya di Jakarta, diikuti Jawa Barat dan bagian pulau Jawa yang lain.

“Ini adalah industri otomatis pukulan manufaktur. Kemudian daerah lain juga mengalami penurunan sebagai Sumatra, yang tumbuh 3,25%, 2,49% Kalimantan, Sulawesi, 3,83%, 0,94% Bali-Nusa Tenggara” tambahnya.

Ia menyampaikan perekonomian Indonesia pada kuartal pertama 2020 jauh di bawah ekspektasi pasar. Namun, angka ini bahkan lebih baik daripada negara-negara yang mengalami kontraksi.

Bahkan, dampak pandemi adalah terutama sektor riil dan keuangan. Ini mempengaruhi aliran modal asing dan pasar modal dan modal investasi.

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk mengklarifikasi apakah penurunan ini karena pertumbuhan ekonomi pembatasan sosial skala besar (PSBB) yang menyebabkan konsumsi rendah dan investasi.

“Tema dari GDP kuartal pertama hanya 2,97%. Kami mengatakan ini adalah di bawah perkiraan kami sebesar 4,4%. Faktor yang mendasari adalah dampak dari pembatasan tersebut pada penanganan skala besar sosial (PSBB), jarak sosial dan pekerjaan dari rumah COVID pengaruh ekonomi ke-19 baik konsumsi dan investasi, “kata Perry.

Perry juga mengatakan sebelum bank sentral diperkirakan belanja konsumen bisa tumbuh 5%, tetapi realisasinya hanya 2,8% pada kuartal pertama 2020. Di bawah investasi diproyeksikan tumbuh sebesar 2, 4%, tetapi kinerja hanya 1,7%.

Dia mengatakan stimulus fiskal pemerintah bahwa hujan telah memiliki dampak positif pada pertumbuhan ekonomi. Misalnya, dalam bentuk bantuan sosial juga masyarakat berampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *