Sederet Jurus Jaga Pangan RI di Tengah Geger Corona

Sederet Jurus Jaga Pangan RI di Tengah Geger Corona

Sederet Jurus Jaga Pangan RI di Tengah Geger Corona

Sederet Jurus Jaga Pangan RI di Tengah Geger Corona – Pemerintah telah merilis sebuah stimulus kedua untuk mengurangi dampak terhadap perekonomian virus corona. Sebuah stimulus bahwa masalah kebijakan pangan dalam rangka memenuhi cadangan nasional dan kenaikan harga menghindari.
Menteri Perdagangan (Commerce) Suparmanto Agus mengatakan, pemerintah menetapkan kebijakan untuk memenuhi pasokan makanan sampai Agustus mendatang, sehingga kebijakan ini tidak hanya untuk melawan efek dari mahkota, tetapi juga untuk memenuhi satu bulan Ramadhan dan Idul El Fitri.

Sedangkan untuk produk makanan yang berkaitan dengan impor kepatuhan bahwa konsumsi gula, bawang putih, daging dan bawang. Untuk bawang putih, pemerintah telah menerbitkan rekomendasi izin impor Hortikultura (RIPH) dari 103.000 ton dan tambahan 93 500 ton, sehingga total pemerintah akan mengimpor 196.500 ton bawang putih Anda.

Saat ini, impor bawang putih telah dilakukan di Cina. Namun, pemerintah juga mencari untuk negara-negara lain seperti India, Mesir, Bangladesh.

Pemerintah juga akan meningkatkan daging kuota impor kerbau dari India, dari awal 100.000 ton menjadi 170.000 ton. Karena, saat ini stok daging dalam negeri hanya tersisa 14.000 ton.

“Sehubungan dengan daging dan tindakan sekarang 14.000 ton. Da sudah memiliki kebijakan, itu akan menjadi keuntungan, terutama kerbau 170.000 ton,” kata Agus dalam konferensi pers pada efek COVID Stimulus II-19 di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta pusat, Jumat (2020/03/13).

Untuk memenuhi tindakan produksi dalam negeri, pemerintah memprediksi panen padi mencapai 22 juta ton sampai Agustus 2020. Saat ini, stok beras dalam negeri tersisa 3,5 juta ton. Kemudian untuk minyak goreng itu tersedia dari sebanyak 8,2 juta ton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *