Spesies Hewan yang Dihasilkan dari Domestikasi

Spesies Hewan yang Dihasilkan dari Domestikasi

Spesies Hewan yang Dihasilkan dari Domestikasi

Spesies Hewan yang Dihasilkan dari Domestikasi – Asal usul anjing domestik termasuk evolusi evolusioner anjing dari serigala, domestikasi, dan pengembangannya menjadi jenis anjing dan ras anjing. Anjing adalah anggota dari genus Canis, yang merupakan bagian dari anjing menyerupai serigala, dan merupakan spesies pertama dan satu-satunya karnivora besar yang didomestikasi.

Seperti dicatat dalam laman National Geographic, domestikasi pada hewan merupakan penjinakan yang dilakukan manusia terhadap spesies hewan tertentu secara selektif. Proses domestikasi dilakukan secara turun-temurun dan memakan waktu yang sangat lama, bisa puluhan ribu tahun.

Secara genetik, spesies-spesies tersebut dipilih dan diajarkan untuk beradaptasi di tengah-tengah lingkungan manusia. Adaptasi yang terjadi selama puluhan hingga ratusan ribu tahun ini akan memunculkan sebuah frekuensi evolusi yang baru bagi hewan hasil domestikasi.

Anjing Peliharaan

Hewan cerdas yang satu ini ternyata juga hewan yang dihasilkan dari domestikasi yang cukup lama. Uniknya, proses domestikasi anjing terjadi jauh lebih dulu ketimbang kucing. Proses domestikasi anjing telah dilakukan 15 ribu tahun silam, bahkan beberapa ilmuwan meyakini bisa mencapai 100 ribu tahun yang lalu.

Menurut penelitian dan studi yang dilakukan oleh ilmuwan dan ahli DNA, anjing peliharaan modern memiliki alur DNA yang khas dengan beberapa spesies serigala dan anjing hutan. Penelitian yang ditulis dalam jurnal Nature ini mengungkap bahwa ada perubahan kompleks yang terjadi selama puluhan ribu tahun tersebut, meskipun bukan secara genetik.

Memang ada sebagian persamaan perilaku dalam tingkatan sosial, seperti kawanan yang memiliki alfa, cara melolong, dan menggali tanah sebagai perilaku yang diwariskan oleh nenek moyang mereka.

Namun, pada dasarnya, domestikasi yang terjadi puluhan ribu tahun silam telah memunculkan alur evolusi yang berbeda pada ketiga spesies tersebut. Pemisahan evolusi semakin tegas karena terbukti telah membagi pada tiga spesies berbeda, yakni anjing peliharaan, anjing hutan, dan serigala.

Bahkan, ada kalangan akademisi yang meyakini bahwa nenek moyang dari ketiga spesies tersebut betul-betul ada sebagai single alpha, yakni nenek moyang (spesies) tunggal yang menghasilkan keturunan-keturunan keluarga anjing layaknya yang terjadi pada kucing purba.

Kucing Peliharaan

Kucing adalah salah satu hewan yang berevolusi akibat hasil domestikasi di zaman kuno. Menurut para ilmuwan dan ahli biologi, kucing peliharaan saat ini merupakan hasil dari penjinakan kucing buas yang dulunya hanya tinggal di hutan-hutan Afrika.

Hasil penelitian yang dicatat dalam Max Planck Institute ini juga mengungkap bahwa proses domestikasi kucing telah terjadi 9.000 tahun yang lalu. Ahli DNA berhasil melacak keberadaan kucing-kucing purba di Afrika, Eropa, Timur Tengah, dan Asia Barat.

Dari penelitian DNA yang dilakukan secara terperinci, didapatkan bahwa induk utama kucing purba, yakni kucing liar hutan, merupakan spesies Felis silvestris lybica. Spesies mamalia ini diprediksi memiliki kaitan yang kuat secara DNA dengan kucing peliharaan.

Pada awalnya, manusia zaman kuno menangkap spesies kucing hutan tersebut untuk dijadikan pemangsa tikus. Namun, karena sikap dan sifatnya yang buas dan liar, diperlukan waktu yang cukup lama untuk “memaksa” spesies tersebut menjadi lebih adaptif di lingkungan manusia.

Proses domestikasi selama ribuan tahun telah membentuk lajur evolusi yang berbeda pada keduanya. Lajur evolusi ini telah memisahkan keduanya menjadi subspesies yang berbeda pula, yakni kucing buas di hutan dan kucing jinak peliharaan.