Virus Corona Gerogoti IKM Logam

Virus Corona Gerogoti IKM Logam

Kemenperin Sebut Virus Corona Gerogoti IKM Logam

Kemenperin Sebut Virus Corona Gerogoti IKM Logam – Kementerian Perindustrian menyatakan wabah virus corona belakangan ini telah berdampak pada industri kecil dan menengah (IKM) di beberapa daerah. Industri kecil yang terdampak antara lain bergerak di sektor logam, mesin, elektronika dan alat angkut.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih menyebut industri tersebut tersebar di beberapa wilayah. Untuk Tegal, jumlah industri yang terdampak mencapai 16 unit. Dampak mereka rasakan sejak awal Maret 2020.

Gati mengatakan pantauan dilakukan karena saat ini beberapa IKM di Sukabumi sudah terdampak virus corona. Mereka sudah ada yang menghentikan aktivitas produksi karena tidak ada pesanan, memberhentikan beberapa pegawai, tidak dapat membayar cicilan kredit perbankan, uang modal digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, penurunan pesanan, ia mengatakan IKM tersebut juga tertekan kenaikan harga bahan baku dan penundaan pembayaran pesanan. Kementerian Perindustrian menyatakan Program Peremajaan Mesin dan Peralatan untuk IDN Play industri kecil dan menengah (IKM) pada sepanjang 2018 ini sudah dimanfaatkan 111 IKM.

Direktur Jenderal IKM Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan ke-111 IKM tersebut telah mendapatkan potongan atau diskon pembelian mesin senilai Rp11,78 miliar.

Ke-11 IKM tersebut sekitar 34 di antaranya berasal dari wilayah Indonesia bagian timur, seperti Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. “Ini menunjukkan penerima program tidak hanya terpusat di Jawa atau Indonesia bagian barat, tapi juga sudah tersebar sampai dengan Indonesia timur,” katanya seperti dikutip dari website Kementerian Perindustrian, Senin.

Gati mengatakan agar Program Peremajaan Mesin dan Peralatan terus berjalan dan makin dinikmati IKM, pihaknya terus mengkaji dan mengevaluasi pelaksanaan program tersebut. Evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui permasalahan dan hambatan yang dihadapi pelaku IKM dalam memanfaatkan program tersebut.

“IKM di Kabupaten Sukabumi membutuhkan bantuan berupa ketersediaan bahan baku, pesanan, dan dana untuk menunjang kelangsungan usaha mereka,” katanya. Produksi untuk 21 IKM tersebut mengalami penurunan, penundaan, hingga penghentian karena tidak adanya pemesanan.

Sementara itu, untuk IKM di Kabupaten Bandung, Gati menyebut pihaknya memantau 21 IKM yang bergerak memproduksi alat rumah tangga, cangkul, baja ringan, lampu hias, kompor, oven gas, panel listrik, serta roof turbin ventilator.

Gati mengatakan 16 IKM tersebut memproduksi berbagai produk berbahan dasar logam, di antaranya, komponen kendaraan roda dua dan empat, kapal, mesin pertanian, kompor, hingga alat berat. Sejak virus mewabah kapasitas produksi dari sebagian besar IKM di Tegal tersebut turun.

Industri kecil dan menengah

Akibat kondisi tersebut, 3 dari 16 IKM yang terdampak mulai merumahkan karyawan mereka. Sebagian besar IKM lainnya tetap mempertahankan jumlah pegawai dan mengubah jam kerja menjadi masuk bergilir.

Selain melakukan evaluasi, Gati mengatakan agar program bisa dinikmati pelaku IKM pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan Lembaga Pengelola Program. Mereka bertugas memberikan pendampingan kepada IKM yang akan mengajukan permohonan restrukturisasi mesin industri.

Sebagai informasi, Program Peremajaan Mesin dan Peralatan IKM sudah dilaksanakan sejak 2009 lalu. Melalui program ini, IKM yang ingin meremajakan mesin produksi mereka akan mendapatkan potongan atau diskon 30 persen dari harga pembelian mesin atau peralatan yang di buat di dalam negeri.

Sementara itu, bila mesin buatan luar negeri, potongan harga yang diberikan ke pelaku IKM sebesar 25 persen. Data Kementerian Perindustrian, sejak dilaksanakan pada 2009-2017 lalu, 726 IKM sudah memanfaatkan potongan harga yang diberikan pemerintah melalui program tersebut.

Untuk di Sukabumi, Kemenperin memonitor dampak virus baru korona terhadap 209 IKM yang bergerak di bidang pengecoran logam yang memproduksi komponen otomotif, alat kesehatan, telekomunikasi, dan komponen instalasi listrik. Selain itu, IKM juga bergerak di bidang industri permesinan yang memproduksi alat dan mesin pertanian serta mesin Teknologi Tepat Guna Bisnis (TTG).

“Ada pula industri pengelasan logam yang memproduksi pagar, teralis, kanopi, serta industri penempaan atau pandai besi yang memproduksi perkakas pertanian dan perkakas rumah tangga,” ungkap Gati.

“Kami meninjau dampak yang dirasakan oleh IKM di tiga daerah, yaitu di IKM Logam dan Komponen Otomotif Tegal, IKM di Kabupaten Sukabumi dan IKM di Kabupaten Bandung,” katanya seperti dikutip dari Antara, Kamis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *